
Jateng7.com.REMBANG – Geliat industri di Kabupaten Rembang terus meningkat.Sinyal pabrik rokok hingga garmen akan menjajaki Rembang pun makin ketara.
Hal itu ditandai pembebasan tanah yang sudah berjalan.Selain itu, juga ada investor yang tertarik membangun mal.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz tidak menampik daerahnya dilirik oleh sejumlah investor,(keterangan pada Awak media 11-5-2024)
Di antaranya industri garmen dan rokok sudah pembebasan lahan untuk dijadikan pabrik.
Kehadiran pabrik-pabrik itu, nantinya akan melengkapi pabrik-pabrik besar yang sudah beroperasional di kawasan industri Rembang Kota.
”Pabrik sepatu sudah. Pabrik tas sudah. Ini pabrik gorden dan pabrik di dua lokasi bakal dibangun,” katanya.
Imbas positif adanya pabrik-pabrik besar itu, di antaranya banyak warga berusia muda rata-rata sudah berpenghasil Rp 2 juta sampai Rp 3 juta.
Jika ada 10 ribu karyawan, sebulan rata-rata Rp 25 miliar uang masuk di desa-desa per bulan.
”Saya pribadi juga ini Rembang ada mal. Lha belanja nek Blora dan Pati. Karena belanjanya di Blora dan Pati). Biar greng. Tapi ini masih dipertimbangkan,” terangnya.
Bupati memberikan jawaban soal pertimbangan soal mal. Karena rata-rata orang Rembang tren konsumtifnya naik.Ini berpengaruh positif bagi pertumbuah ekonomi di Rembang.
”Daya beli masyarakat meningkat. Angka pengangguran juga terus menurun,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Rembang tercatat tinggal 1,76 persen dari jumlah penduduk 647 ribu.
”Kalau dihitung warga yang nganggur tinggal 10 ribuan. Itu rekor tertinggi untuk Jateng. Dapat penghargaan dari gubernur, karena tingkat pengangguran tinggal 1,7 persen,” katanya. (jateng7.com./sbr hms Pemkab Rembang).







Comment