Menu Click to open Menus

Headlines

Home » Daerah » Walikota Semarang Mengapresiasi Komunitas Peduli Sampah

Walikota Semarang Mengapresiasi Komunitas Peduli Sampah

(210 Views) March 11, 2017 1:04 am | Published by | No comment

Walikota Semarang (merdeka.com)

 



Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi gerakan bersih-bersih sampah yang dipelopori Komunitas Peduli Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip. Bukan hanya bersih-bersih sampah saja, komunitas ini juga kerap melakukan transfer ilmu kepada para pelajar hingga tingkat SMP. Acara Tambak Lorok Peduli Sampah ini diselenggarakan oleh Komunitas Peduli Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip. Pada acara bersih-bersih sampah ini Walikota Semarang Hendrar Prihadi turut terjun langsung ke lokasi dan memunguti sampah. Aksi walikotaSemarang ini dilakukan di acara bersih-bersih lingkungan  di RT 02 RW 15 Kampung Tambak Lorok Jumat (10/3/2017).

“Memang harus begini, kita seluruh warga Kota Semarang bersama pemerintah bersinergi untuk mengelola dan membenahi sebuah kota agar menjadi lebih baik. Jangan semuanya diserahkan kepada pemerintah. Jika ada persoalan dapat diatasi bersama-sama seperti yang dilakukan di Kelurahan Tambak lorok ini,” ujar Walikota.

 

Di Kota Semarang dengan jumlah penduduk mencapai 1,6 juta jiwa yang tersebar di 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan setiap harinya menghasilkan 1000 ton sampah, sementara yang masuk ke TPA mencapai 850 ton, 15% sisanya dikelola oleh kurang lebih 50 bank sampah yang ada di Kota Semarang untuk menjadi pupuk dan gas metana.

Dinas Lingkungan Hidup telah menganggarkan kontainer pengangkut sampah baru sebanyak 90 unit yang merupakan fokus utama Dinas tersebut dalam pembenahan di bidang kebersihan lingkungan. Dengan pembaharuan kontainer pengangkut sampah tersebut diharapkan para pengguna jalan tidak terganggu dengan bau sampah yang diangkut serta tidak ada ceceran sampah akibat kontainer yang berlubang.

Sampah telah menjadi persoalan yang sangat serius di kota Semarang. Banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayah di Kota Semarang salah satu penyebab terbesarnya adalah karena sampah yang menyumbat saluran-saluran atau drainase. “Kalau hujan dan saat air rob pasang menimbulkan persoalan yaitu tidak berfungsinya pompa padahal kita memiliki sebanyak 97 pompa. Tapi saat hujan deras disertai pasangnya rob ditambah banyaknya sampah tentu resiko banjir tidak dapat kita hindari,” ujar Hendi.

Lebih lanjut Hendi mengatakan bahwa melalui kegiatan peduli lingkungan semacam ini  akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sehingga harapannya dapat mengurangi sampah yang ada di Kota Semarang. (j7/ibn)

No comment for Walikota Semarang Mengapresiasi Komunitas Peduli Sampah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *